# Malam Hujan Mangga
Canonical: https://littlestorybook.ai/stories/id/malam-hujan-mangga
PDF: https://littlestorybook.ai/api/public/stories/id/malam-hujan-mangga/download
Language: id · Ages: 3-4 · Illustrated picture story, free

Reviewed for child-safety · gentle by design.

## For parents
Duk!

## The story text
Duk! Satu mangga jatuh di atap rumah biru. Mira membuka mata. Kucing di tikar mengangkat telinga. Lalu terdengar lagi—duk... duk! Tiba-tiba—DUK DUK DUK DUK! Mangga berjatuhan seperti genderang hijau dan kuning. Semua orang mengintip dari beranda. “Ditunggu dulu,” kata orang-orang dewasa. “Biar aman.” Akhirnya bunyi itu berhenti. Pak Hasan mendengarkan. Sunyi. Orang-orang dewasa keluar membawa ember, bakul, dan keranjang. Anak-anak membantu dari beranda: “Yang kuning di sana!” Mangga besar masuk ke bakul Bu Sari. Mangga kecil masuk ke ember Pak Hasan. Lalu semuanya dibagi lagi. “Satu untuk rumah ini. Satu untuk rumah itu.” Tak ada keranjang yang pulang kosong. Saat matahari muncul, seluruh kampung berbau manis. Di setiap beranda ada piring mangga keemasan. Mereka makan bersama, saling melambai, dan tertawa. Pohon tua itu berdiri lebih ringan. Kampung terasa lebih dekat.

## Scenes
### 1. Duk di Atap
Duk! Satu mangga jatuh di atap rumah biru. Mira membuka mata. Kucing di tikar mengangkat telinga. Lalu terdengar lagi—duk... duk!
Image: https://littlestorybook.ai/media/storyboards/story_b0e9ae4e609e47ccb950259cfc6a0167/scene-01.jpg (Duk! Satu mangga jatuh di atap rumah biru. Mira membuka mata. Kucing di tikar mengangkat telinga. Lalu terdengar lagi—duk... duk!)

### 2. Jatuh Bersama-sama
Tiba-tiba—DUK DUK DUK DUK! Mangga berjatuhan seperti genderang hijau dan kuning. Semua orang mengintip dari beranda. “Ditunggu dulu,” kata orang-orang dewasa. “Biar aman.”
Image: https://littlestorybook.ai/media/storyboards/story_b0e9ae4e609e47ccb950259cfc6a0167/scene-02.jpg (Tiba-tiba—DUK DUK DUK DUK! Mangga berjatuhan seperti genderang hijau dan kuning. Semua orang mengintip dari beranda. “Ditunggu dulu,” kata o)

### 3. Ember-ember Keluar
Akhirnya bunyi itu berhenti. Pak Hasan mendengarkan. Sunyi. Orang-orang dewasa keluar membawa ember, bakul, dan keranjang. Anak-anak membantu dari beranda: “Yang kuning di sana!”
Image: https://littlestorybook.ai/media/storyboards/story_b0e9ae4e609e47ccb950259cfc6a0167/scene-03.jpg (Akhirnya bunyi itu berhenti. Pak Hasan mendengarkan. Sunyi. Orang-orang dewasa keluar membawa ember, bakul, dan keranjang. Anak-anak membant)

### 4. Satu untuk Setiap Rumah
Mangga besar masuk ke bakul Bu Sari. Mangga kecil masuk ke ember Pak Hasan. Lalu semuanya dibagi lagi. “Satu untuk rumah ini. Satu untuk rumah itu.” Tak ada keranjang yang pulang kosong.
Image: https://littlestorybook.ai/media/storyboards/story_b0e9ae4e609e47ccb950259cfc6a0167/scene-04.jpg (Mangga besar masuk ke bakul Bu Sari. Mangga kecil masuk ke ember Pak Hasan. Lalu semuanya dibagi lagi. “Satu untuk rumah ini. Satu untuk rum)

### 5. Pagi yang Manis
Saat matahari muncul, seluruh kampung berbau manis. Di setiap beranda ada piring mangga keemasan. Mereka makan bersama, saling melambai, dan tertawa. Pohon tua itu berdiri lebih ringan. Kampung terasa lebih dekat.
Image: https://littlestorybook.ai/media/storyboards/story_b0e9ae4e609e47ccb950259cfc6a0167/scene-05.jpg (Saat matahari muncul, seluruh kampung berbau manis. Di setiap beranda ada piring mangga keemasan. Mereka makan bersama, saling melambai, dan)

## Parent tip
Bacakan pelan, beri jeda pada gambar, lalu kecilkan suara di akhir cerita.

---
Read/play the illustrated version: https://littlestorybook.ai/stories/id/malam-hujan-mangga
Little Storybook — free gentle picture stories & micro-lessons in your family's language.
