Momo Melihat Dunia Terbalik

Si kungkang kecil menemukan hutan hujan yang tak sempat dilihat yang lain. Apa ya yang bisa kamu temukan kalau kamu mengintip di bawah daun?

23 pages · Ages 2-4 · ID

Momo Melihat Dunia Terbalik

Momo bergelantung terbalik di hutan hujan yang penuh binatang, bunga, dan tetes hujan berkilau.

Momo Melihat Dunia Terbalik

Untuk para pengamat yang pelan-pelan, dan semua dunia kecil yang mereka temukan.

Isi Buku

Pagi yang Pelan Yang Ada di Bawah Hujan di Sela Daun Momo Menunjukkan Jalan

Sayap Cepat, Kaki Cepat

Momo bergerak pelan di bawah dahan, sementara monyet dan burung makau bergegas di hutan hujan yang baru bangun.

Pagi datang berkelebat di antara pohon. Makau mengepak. Monyet melompat. Momo menggerakkan satu kaki. Pelan sekali.

Buah Manis di Sana

Momo mengikuti teman-temannya dengan pelan menuju pohon buah keemasan yang jauh.

“Ada buah manis!” seru Monyet. Semua bergegas ke kiri. Momo ikut. Pelan-pelan. Santai-santai. Gaya Momo.

Hutan dalam Setetes Air

Momo melihat hutan hujan mungil terpantul di dalam tetes bening di bawah daun.

Setetes hujan menggantung di bawah daun. Di dalamnya Momo melihat pohon, langit, dan seekor kungkang kecil. Momo berhenti.

Lihat Lagi

Momo menemukan ulat dan telur-telur mungil di bawah selembar daun hijau besar.

Di atas daun: hijau saja. Di bawah daun: bintik-bintik, telur, dan ulat berbulu halus. “Oh,” kata Momo. “Halo.”

Cangkir di Atas Pohon

Momo bertemu katak biru kehijauan di air hujan dalam bromelia merah.

Momo sampai di bromelia merah. Air hujan tergenang di sela daunnya. Seekor katak biru kehijauan mengintip.

Akar di Udara

Momo memandangi akar anggrek yang pucat melingkar di udara lembap di sekitar sebuah dahan.

Ada anggrek tumbuh di dahan. Akarnya pucat, melingkar-lingkar di udara yang lembap. Momo melihat dari atas. Melihat dari bawah. Melihat sekali lagi.

Pintu Kecil Mulai Terbuka

Momo melihat kupu-kupu biru pelan-pelan keluar dari kepompong di bawah ranting.

Ada kepompong hijau bergetar di bawah ranting. Pelan-pelan, seekor kupu-kupu keluar. Sayap birunya lembut dan masih terlipat.

Momo Masih di Sini

Kupu-kupu biru yang terang membuka sayapnya, sementara Momo memandang dari bawah dahan.

Sayapnya terbuka lebar. Wusss, biru seperti langit! Yang lain sudah jauh sekali. Momo masih di sini, ikut melihatnya.

Hujan Datang

Hujan turun di hutan luas, dan Momo bersama teman-temannya mencari tempat berteduh.

Angin sejuk menggoyang daun-daun. Awan kelabu bergulung di atas pohon. Tik. Tik. Tuk. Lalu hujan turun di mana-mana.

Daun Ini Bocor

Monyet dan Makau basah kuyup di bawah daun dan dahan yang tidak cukup melindungi.

Monyet berteduh di bawah daun tipis. Tes! Tes! Burung Makau mencoba dahan kecil. Cuuur! Semua tempat berteduh yang cepat-cepat itu bocor.

Momo Ingat

Momo menuntun teman-temannya yang basah ke daun-daun tebal di samping bromelia merah.

Momo ingat ada atap daun yang tebal. Letaknya dekat tanaman merah milik Katak. “Lewat sini,” panggil Momo. Pelan. Jelas.

Kering di Bawah Hijau

Momo dan teman-temannya duduk bersama di bawah atap daun tebal yang lebar.

Atap daunnya lebar. Monyet menyelip masuk. Makau melipat sayapnya yang basah. Katak duduk di dekat Momo. Di luar, hujan menari-nari.

Hutan Berkilauan

Momo menunjukkan ribuan tetes air berkilau sehabis hujan kepada teman-temannya.

Hujan mulai reda. Setiap daun memakai manik air. Setiap manik berisi hutan kecil yang berkilau. “Lihat,” kata Momo.

Lihat Atas, Lihat Bawah, Lihat Lagi

Monyet, makau, dan katak melihat ke atas dan ke bawah daun bersama Momo.

Monyet melihat ke atas daun. Makau melihat ke bawah daun. Katak melihat sekali lagi. Mereka menemukan telur, akar, sayap, dan langit di dalam setetes air.

Buah Manis Bisa Menunggu

Momo mencicipi buah emas sambil melihat kupu-kupu biru di bawah.

Buah emas itu masih menunggu. Momo menggigit sedikit saja. Tiba-tiba, kilat sayap biru berkelebat di bawah. Momo menengok lagi.

Gaya Momo

Momo berjalan pelan di hutan hujan yang bersinar saat senja, penuh makhluk tersembunyi.

Senja turun di hutan yang hijau. Momo menggerakkan satu kaki pelan-pelan. Pelan. Lembut. Gaya Momo. Seluruh hutan ada di sana untuk dilihat.

Ayo uji rasa kagummu

Kata-kata baru

Dari mana kami belajar

Cerita hewan ini karangan asli, tetapi berpijak pada hal-hal nyata di hutan hujan: kungkang memang bergerak pelan dan sering bergantung di bawah dahan; bromelia bisa menampung air hujan; banyak anggrek tumbuh di pohon dengan akar yang terbuka; dan kupu-kupu keluar dari kepompong. Hewan yang bicara dan bepergian bersama-sama hanyalah dongeng.

Tamat

Lihat ke atas. Lihat ke bawah. Lihat sekali lagi. Dunia kecil mungkin sedang menunggu di tempat yang hampir kamu lewati dengan tergesa-gesa.

Browse more full books · Make your own