Jalan Pagi Made dan Bebek-Bebek
Langit masih ungu ketika Made membuka pagar bambu.
Ages 3-4 - 1 minute read - gentle - ID
Reviewed for child-safety · gentle by design · How our stories are made
Published 2026-09-02T08:16:19.680256

Read-aloud note
Bacakan pelan, beri jeda pada gambar, lalu kecilkan suara di akhir cerita.
Story
Langit masih ungu ketika Made membuka pagar bambu. “Yuk, Bebek. Waktunya berjalan.” Tujuh bebek bergoyang keluar. Kwek, kwek, kwek! Embun berkilau di rumput, dan sawah menunggu matahari.
Made berjalan di depan. Bebek-bebek mengikuti di belakang. Tap, tap, tap. Plok, plok, plok. Mereka menjadi satu baris panjang di atas pematang. Bebek kecil berdada putih bergegas agar tidak tertinggal.
Matahari mengintip dari balik gunung. Air sawah berubah menjadi cermin emas. Seekor capung melintas. Katak kecil berbunyi, “Krok!” Made berhenti sebentar. Bebek-bebek pun berhenti—lalu serempak mencelupkan paruh. Cip, cip, cip!
Di dekat pura batu kecil, Made berbalik. “Sudah sampai. Sekarang kita pulang.” Barisan bebek ikut berputar—yang depan menjadi belakang, yang belakang menjadi depan. Bebek kecil berdada putih kini berjalan paling gagah.
Tap, tap, tap. Plok, plok, plok. Pagar bambu sudah dekat. Made menghitung pelan, “Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh.” Semua bebek pulang. Matahari sudah bulat dan hangat, dan jalan pagi mereka tersimpan dalam jejak-jejak kecil.
Scenes
Sawah Mulai Terang

Langit masih ungu ketika Made membuka pagar bambu. “Yuk, Bebek. Waktunya berjalan.” Tujuh bebek bergoyang keluar. Kwek, kwek, kwek! Embun berkilau di rumput, dan sawah menunggu matahari.
Satu Baris Panjang

Made berjalan di depan. Bebek-bebek mengikuti di belakang. Tap, tap, tap. Plok, plok, plok. Mereka menjadi satu baris panjang di atas pematang. Bebek kecil berdada putih bergegas agar tidak tertinggal.
Matahari Muncul

Matahari mengintip dari balik gunung. Air sawah berubah menjadi cermin emas. Seekor capung melintas. Katak kecil berbunyi, “Krok!” Made berhenti sebentar. Bebek-bebek pun berhenti—lalu serempak mencelupkan paruh. Cip, cip, cip!
Sekarang Pulang

Di dekat pura batu kecil, Made berbalik. “Sudah sampai. Sekarang kita pulang.” Barisan bebek ikut berputar—yang depan menjadi belakang, yang belakang menjadi depan. Bebek kecil berdada putih kini berjalan paling gagah.
Tujuh Bebek di Rumah

Tap, tap, tap. Plok, plok, plok. Pagar bambu sudah dekat. Made menghitung pelan, “Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh.” Semua bebek pulang. Matahari sudah bulat dan hangat, dan jalan pagi mereka tersimpan dalam jejak-jejak kecil.
Read-aloud note
Bacakan pelan, beri jeda pada gambar, lalu kecilkan suara di akhir cerita.