Kora dan Pelukan Pasang

Kora suka pasir hangat.

Ages 3-4 - 2 minute read - gentle - ID

Reviewed for child-safety · gentle by design · How our stories are made

Published 2026-09-02T08:16:18.155638

Storybook cover for Kora dan Pelukan Pasang

Read-aloud note

Bacakan pelan, beri jeda pada gambar, lalu kecilkan suara di akhir cerita.

Story

Kora suka pasir hangat. Kora suka batu hitam. Namun saat ombak berdesis di dekat kakinya—sssyur!—Kora mundur cepat. “Laut terlalu besar,” bisiknya.

Ibu mengajak Kora ke kolam kecil di antara batu. Air pasang masuk perlahan, bening dan tenang. Kora mencelupkan satu jari kaki. “Dingin!” Ia tidak lari.

Air pasang naik sedikit. Air menyentuh jari Kora, lalu perutnya. Kora menahan napas. Ibu tetap di sampingnya. Air bergoyang pelan. Kora ikut bergoyang—ke kiri, ke kanan.

Lalu sebuah ombak kecil masuk ke kolam. Tubuh Kora terangkat. Kakinya terasa ringan—satu, dua, tiga, empat! “Bu, air memegang perutku!” serunya. Kora membentangkan kaki dan membiarkan air menopangnya.

Kora menggerakkan kaki depan. Kayuh, kayuh. Ia menggerakkan kaki belakang. Dorong, dorong. Tubuhnya meluncur melewati kolam kecil. Ibu berenang di sisinya. “Aku mengapung!” Kora tertawa. “Aku juga bisa maju!”

Saat air surut perlahan, Kora kembali ke pasir hangat. Laut masih besar. Ombak masih berdesis. Tetapi kini Kora tahu: air dapat menopangnya, dan kakinya tahu cara mengayuh. Kora berdiri rapat di sisi Ibu, memandang laut yang berkilau. Kali ini, ia tidak mundur.

Scenes

Laut yang Besar

Kora suka pasir hangat. Kora suka batu hitam. Namun saat ombak berdesis di dekat kakinya—sssyur!—Kora mundur cepat. “Laut terlalu besar,” bisiknya.

Kora suka pasir hangat. Kora suka batu hitam. Namun saat ombak berdesis di dekat kakinya—sssyur!—Kora mundur cepat. “Laut terlalu besar,” bisiknya.

Kolam Kecil

Ibu mengajak Kora ke kolam kecil di antara batu. Air pasang masuk perlahan, bening dan tenang. Kora mencelupkan satu jari kaki. “Dingin!” Ia tidak lari.

Ibu mengajak Kora ke kolam kecil di antara batu. Air pasang masuk perlahan, bening dan tenang. Kora mencelupkan satu jari kaki. “Dingin!” Ia tidak lari.

Naik Sedikit

Air pasang naik sedikit. Air menyentuh jari Kora, lalu perutnya. Kora menahan napas. Ibu tetap di sampingnya. Air bergoyang pelan. Kora ikut bergoyang—ke kiri, ke kanan.

Air pasang naik sedikit. Air menyentuh jari Kora, lalu perutnya. Kora menahan napas. Ibu tetap di sampingnya. Air bergoyang pelan. Kora ikut bergoyang—ke kiri, ke kanan.

Kaki yang Ringan

Lalu sebuah ombak kecil masuk ke kolam. Tubuh Kora terangkat. Kakinya terasa ringan—satu, dua, tiga, empat! “Bu, air memegang perutku!” serunya. Kora membentangkan kaki dan membiar

Lalu sebuah ombak kecil masuk ke kolam. Tubuh Kora terangkat. Kakinya terasa ringan—satu, dua, tiga, empat! “Bu, air memegang perutku!” serunya. Kora membentangkan kaki dan membiarkan air menopangnya.

Kayuh, Kora

Kora menggerakkan kaki depan. Kayuh, kayuh. Ia menggerakkan kaki belakang. Dorong, dorong. Tubuhnya meluncur melewati kolam kecil. Ibu berenang di sisinya. “Aku mengapung!” Kora te

Kora menggerakkan kaki depan. Kayuh, kayuh. Ia menggerakkan kaki belakang. Dorong, dorong. Tubuhnya meluncur melewati kolam kecil. Ibu berenang di sisinya. “Aku mengapung!” Kora tertawa. “Aku juga bisa maju!”

Laut Tidak Lagi Terlalu Besar

Saat air surut perlahan, Kora kembali ke pasir hangat. Laut masih besar. Ombak masih berdesis. Tetapi kini Kora tahu: air dapat menopangnya, dan kakinya tahu cara mengayuh. Kora be

Saat air surut perlahan, Kora kembali ke pasir hangat. Laut masih besar. Ombak masih berdesis. Tetapi kini Kora tahu: air dapat menopangnya, dan kakinya tahu cara mengayuh. Kora berdiri rapat di sisi Ibu, memandang laut yang berkilau. Kali ini, ia tidak mundur.

Read-aloud note

Bacakan pelan, beri jeda pada gambar, lalu kecilkan suara di akhir cerita.