Kerupuk Terbaik untuk Mpus
Setiap sore, Mpus duduk di bawah bangku biru warung Bu Sari.
Ages 3-4 - 1 minute read - gentle - ID
Reviewed for child-safety · gentle by design · How our stories are made
Published 2026-09-02T08:15:51.101048

Read-aloud note
Bacakan pelan, beri jeda pada gambar, lalu kecilkan suara di akhir cerita.
Story
Setiap sore, Mpus duduk di bawah bangku biru warung Bu Sari. Ia menunggu satu bunyi kecil. Krek! Itulah bunyi kerupuk patah—dan biasanya, satu remah mungil jatuh untuknya.
Sore itu, Lala datang bersama Ibu. Ia melihat telinga Mpus berdiri saat Bu Sari membuka toples kerupuk. Mpus tidak mengeong. Ia hanya duduk rapi, dengan ekor melingkari kaki. “Dia menunggu, ya?” bisik Lala.
Bu Sari memberi Lala satu kerupuk besar. Lala menggenggamnya dengan dua tangan. Krek! Kerupuk itu patah menjadi beberapa bagian. Mata Mpus mengikuti satu bagian yang paling bundar—seperti bulan kecil.
Lala hampir menggigit kerupuk bulan itu. Lalu ia melihat Mpus masih menunggu. “Yang ini untuk Mpus, boleh?” tanyanya. Bu Sari mengangguk. Lala meletakkan sepotong kecil di piring Mpus—bagian terbaik yang ia simpan sendiri.
Mpus mendekat. Krenyes, krenyes. Lalu ia mengusap pelan kaki bangku di dekat Lala. Lala memakan bagiannya. Mpus menikmati bagiannya. Di bawah lampu warung yang hangat, keduanya sama-sama senang karena satu kerupuk patah.
Scenes
Tempat Mpus Menunggu

Setiap sore, Mpus duduk di bawah bangku biru warung Bu Sari. Ia menunggu satu bunyi kecil. Krek! Itulah bunyi kerupuk patah—dan biasanya, satu remah mungil jatuh untuknya.
Lala Melihat

Sore itu, Lala datang bersama Ibu. Ia melihat telinga Mpus berdiri saat Bu Sari membuka toples kerupuk. Mpus tidak mengeong. Ia hanya duduk rapi, dengan ekor melingkari kaki. “Dia menunggu, ya?” bisik Lala.
Krek!

Bu Sari memberi Lala satu kerupuk besar. Lala menggenggamnya dengan dua tangan. Krek! Kerupuk itu patah menjadi beberapa bagian. Mata Mpus mengikuti satu bagian yang paling bundar—seperti bulan kecil.
Yang Terbaik

Lala hampir menggigit kerupuk bulan itu. Lalu ia melihat Mpus masih menunggu. “Yang ini untuk Mpus, boleh?” tanyanya. Bu Sari mengangguk. Lala meletakkan sepotong kecil di piring Mpus—bagian terbaik yang ia simpan sendiri.
Krenyes dan Dengkur

Mpus mendekat. Krenyes, krenyes. Lalu ia mengusap pelan kaki bangku di dekat Lala. Lala memakan bagiannya. Mpus menikmati bagiannya. Di bawah lampu warung yang hangat, keduanya sama-sama senang karena satu kerupuk patah.
Read-aloud note
Bacakan pelan, beri jeda pada gambar, lalu kecilkan suara di akhir cerita.