Malam Hujan Mangga

Duk!

Ages 3-4 - 1 minute read - gentle - ID

Reviewed for child-safety · gentle by design · How our stories are made

Published 2026-09-02T08:17:44.877874

Storybook cover for Malam Hujan Mangga

Read-aloud note

Bacakan pelan, beri jeda pada gambar, lalu kecilkan suara di akhir cerita.

Story

Duk! Satu mangga jatuh di atap rumah biru. Mira membuka mata. Kucing di tikar mengangkat telinga. Lalu terdengar lagi—duk... duk!

Tiba-tiba—DUK DUK DUK DUK! Mangga berjatuhan seperti genderang hijau dan kuning. Semua orang mengintip dari beranda. “Ditunggu dulu,” kata orang-orang dewasa. “Biar aman.”

Akhirnya bunyi itu berhenti. Pak Hasan mendengarkan. Sunyi. Orang-orang dewasa keluar membawa ember, bakul, dan keranjang. Anak-anak membantu dari beranda: “Yang kuning di sana!”

Mangga besar masuk ke bakul Bu Sari. Mangga kecil masuk ke ember Pak Hasan. Lalu semuanya dibagi lagi. “Satu untuk rumah ini. Satu untuk rumah itu.” Tak ada keranjang yang pulang kosong.

Saat matahari muncul, seluruh kampung berbau manis. Di setiap beranda ada piring mangga keemasan. Mereka makan bersama, saling melambai, dan tertawa. Pohon tua itu berdiri lebih ringan. Kampung terasa lebih dekat.

Scenes

Duk di Atap

Duk! Satu mangga jatuh di atap rumah biru. Mira membuka mata. Kucing di tikar mengangkat telinga. Lalu terdengar lagi—duk... duk!

Duk! Satu mangga jatuh di atap rumah biru. Mira membuka mata. Kucing di tikar mengangkat telinga. Lalu terdengar lagi—duk... duk!

Jatuh Bersama-sama

Tiba-tiba—DUK DUK DUK DUK! Mangga berjatuhan seperti genderang hijau dan kuning. Semua orang mengintip dari beranda. “Ditunggu dulu,” kata orang-orang dewasa. “Biar aman.”

Tiba-tiba—DUK DUK DUK DUK! Mangga berjatuhan seperti genderang hijau dan kuning. Semua orang mengintip dari beranda. “Ditunggu dulu,” kata orang-orang dewasa. “Biar aman.”

Ember-ember Keluar

Akhirnya bunyi itu berhenti. Pak Hasan mendengarkan. Sunyi. Orang-orang dewasa keluar membawa ember, bakul, dan keranjang. Anak-anak membantu dari beranda: “Yang kuning di sana!”

Akhirnya bunyi itu berhenti. Pak Hasan mendengarkan. Sunyi. Orang-orang dewasa keluar membawa ember, bakul, dan keranjang. Anak-anak membantu dari beranda: “Yang kuning di sana!”

Satu untuk Setiap Rumah

Mangga besar masuk ke bakul Bu Sari. Mangga kecil masuk ke ember Pak Hasan. Lalu semuanya dibagi lagi. “Satu untuk rumah ini. Satu untuk rumah itu.” Tak ada keranjang yang pulang k

Mangga besar masuk ke bakul Bu Sari. Mangga kecil masuk ke ember Pak Hasan. Lalu semuanya dibagi lagi. “Satu untuk rumah ini. Satu untuk rumah itu.” Tak ada keranjang yang pulang kosong.

Pagi yang Manis

Saat matahari muncul, seluruh kampung berbau manis. Di setiap beranda ada piring mangga keemasan. Mereka makan bersama, saling melambai, dan tertawa. Pohon tua itu berdiri lebih ri

Saat matahari muncul, seluruh kampung berbau manis. Di setiap beranda ada piring mangga keemasan. Mereka makan bersama, saling melambai, dan tertawa. Pohon tua itu berdiri lebih ringan. Kampung terasa lebih dekat.

Read-aloud note

Bacakan pelan, beri jeda pada gambar, lalu kecilkan suara di akhir cerita.