Saat Angin Ikut Beristirahat

Di atas bukit Sumbawa, Lala mengangkat layang-layang birunya.

Ages 3-4 - 1 minute read - gentle - ID

Reviewed for child-safety · gentle by design · How our stories are made

Published 2026-09-02T08:17:38.512910

Storybook cover for Saat Angin Ikut Beristirahat

Read-aloud note

Bacakan pelan, beri jeda pada gambar, lalu kecilkan suara di akhir cerita.

Story

Di atas bukit Sumbawa, Lala mengangkat layang-layang birunya. Angin datang—wusss! Lala berlari. Layang-layang melompat ke langit, tinggi sekali, sampai ekornya menari di atas rumput kering.

Lala menarik benangnya sedikit. Layang-layang naik lagi. Ke kiri, ke kanan. Naik, turun. Pita-pita kuning di ekornya bergoyang seperti ikan kecil yang berenang di langit.

Namun, rumput mulai diam. Pita kuning tidak lagi menari. Layang-layang turun sedikit demi sedikit. “Angin, kamu lelah juga?” bisik Lala. Ia berhenti berlari. Ia mendengarkan bukit yang sunyi.

Lala menggulung benang, pelan-pelan. Ia membaringkan layang-layang di sampingnya, lalu duduk di bawah pohon asam. “Kalau begitu, kita istirahat bersama.” Daun-daun diam. Layang-layang diam. Lala pun minum dan mengayunkan kakinya.

Ketika matahari menjadi jingga, sehelai rambut Lala terangkat. Srrr... angin kecil bangun dari tidurnya. Lala tersenyum. Ia tidak menerbangkan layang-layang lagi. Ia memeluknya dan berjalan pulang, sementara pita kuning melambai lembut di belakangnya.

Scenes

Terbang Tinggi!

Di atas bukit Sumbawa, Lala mengangkat layang-layang birunya. Angin datang—wusss! Lala berlari. Layang-layang melompat ke langit, tinggi sekali, sampai ekornya menari di atas rumpu

Di atas bukit Sumbawa, Lala mengangkat layang-layang birunya. Angin datang—wusss! Lala berlari. Layang-layang melompat ke langit, tinggi sekali, sampai ekornya menari di atas rumput kering.

Ekor yang Menari

Lala menarik benangnya sedikit. Layang-layang naik lagi. Ke kiri, ke kanan. Naik, turun. Pita-pita kuning di ekornya bergoyang seperti ikan kecil yang berenang di langit.

Lala menarik benangnya sedikit. Layang-layang naik lagi. Ke kiri, ke kanan. Naik, turun. Pita-pita kuning di ekornya bergoyang seperti ikan kecil yang berenang di langit.

Pelan, Pelan

Namun, rumput mulai diam. Pita kuning tidak lagi menari. Layang-layang turun sedikit demi sedikit. “Angin, kamu lelah juga?” bisik Lala. Ia berhenti berlari. Ia mendengarkan bukit

Namun, rumput mulai diam. Pita kuning tidak lagi menari. Layang-layang turun sedikit demi sedikit. “Angin, kamu lelah juga?” bisik Lala. Ia berhenti berlari. Ia mendengarkan bukit yang sunyi.

Duduklah Dulu

Lala menggulung benang, pelan-pelan. Ia membaringkan layang-layang di sampingnya, lalu duduk di bawah pohon asam. “Kalau begitu, kita istirahat bersama.” Daun-daun diam. Layang-lay

Lala menggulung benang, pelan-pelan. Ia membaringkan layang-layang di sampingnya, lalu duduk di bawah pohon asam. “Kalau begitu, kita istirahat bersama.” Daun-daun diam. Layang-layang diam. Lala pun minum dan mengayunkan kakinya.

Angin Kecil Bangun

Ketika matahari menjadi jingga, sehelai rambut Lala terangkat. Srrr... angin kecil bangun dari tidurnya. Lala tersenyum. Ia tidak menerbangkan layang-layang lagi. Ia memeluknya dan

Ketika matahari menjadi jingga, sehelai rambut Lala terangkat. Srrr... angin kecil bangun dari tidurnya. Lala tersenyum. Ia tidak menerbangkan layang-layang lagi. Ia memeluknya dan berjalan pulang, sementara pita kuning melambai lembut di belakangnya.

Read-aloud note

Bacakan pelan, beri jeda pada gambar, lalu kecilkan suara di akhir cerita.